Megawati Kritik RUU Penyiaran larang investigasi

Megawati Kritik RUU Penyiaran larang investigasi
Megawati Kritik RUU Penyiaran larang investigasi

sitekit.co.id – Presiden PDIP Megawati Soekarnoptri mengkritik langkah Korea Utara untuk mengamandemen Undang-Undang Mahkamah Konstitusi (MK Act) dan revisi Undang-Undang Penyiaran baru-baru ini yang menarik perhatian publik. menurut megawati,
Amandemen Undang-Undang Mahkamah Konstitusi tidak akan dilakukan pada waktunya, dan amandemen Undang-Undang Penyiaran dapat menekan kebebasan pers karena pelarangan penyidikan.

“Saya membayangkan menggunakan amendemen UU MK yang menurut saya prosedurnya kurang tepat, dan tiba-tiba masa istirahatnya,” kata Megawati dalam pidato politiknya pada pembukaan Konferensi Kerja Nasional (Radernas).
V PDIP di Stadion Internasional Beach City Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/5/2024).

Bacaan Lainnya

Megawati juga meminta konfirmasi dari ketua fraksi PDIP DPR Ututadianto. Megawati mempertanyakan mengapa amandemen MK tiba-tiba dilakukan.

Saya bertanya pada diri sendiri, di mana Pak Utut? (Utut berdiri). Saya bertanya kepadanya, apa-apaan ini? Wanita itu pergi lagi. Apa yang saya katakan ke Meksiko, mengapa begitu enak?Kata Megawati.

Selain mengamandemen UU MK, Megawati juga menekankan Web Situs Totopedia amandemen UU Penyiaran. Pasalnya, ada ketentuan yang mengatur pelarangan media melakukan penyidikan.

Tak perlu dikatakan bahwa dalam Undang-Undang penyiaran terdapat pelanggaran terhadap produk jurnalisme investigatif. Mengapa ada media? Jadi saya selalu berkata, euy, Anda memiliki dewan pers, Anda tahu, dan Anda harus mengikuti kode etik jurnalisme,
Jadi tidak bisa selidiki, lho, artinya pers, menurut saya dia benar-benar down lho, ” pungkas Megawati.

Pos terkait